Saturday, February 21, 2015

Komunikasi Bisnis (Ruang Lingkup)

A.    PENGERTIAN KOMUNIKASI BISNIS[[1]]

Menurut Purwanto (2006:4), Pengertian komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Katz (1994:4) Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis’ diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis itu. Istilah ‘bisnis’ dalam konteks ini diterjemahkan sebagai suatu organisasi perusahaan.
            Menurut Rosenbaltt (1982:7), Komunikasi Bisnis merupakan pertukaran ide, opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang disajikan secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda, untuk mencapai tujuan - tujuan perusahaan). 
            Menurut Persing (1981:108); Komunikasi bisnis dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang dilakukan di dalam suatu organisasi yang membayar orang yang secara bersama-sama memproduksi dan memasarkan barang-barang dan jasa guna memperoleh keuntungan) 
Menurut Curtis (1992:6), Komunikasi bisnis adalah komunikasi dalam organisasi bisnis yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Menurutnya, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam bisnis, ia akan semakin bergantung pada keahlian seseorang dalam membuat keputusan dan memecahkan masalah untuk suatu keberhasilan.
Dari definisi para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:[[2]]
·         Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
·         Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lbih yakni komunikator dan komunikan.
·         Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
·         Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
·         Menggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
·         Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.
B. RUANG LINGKUP KOMUNIKASI BISNIS[[3]]
1.      INTERNAL COMMUNICATION = komunikasi yang terjadi antara orng-orang yang berbeda di dalam suatu perusahaan:
Bentuk bentuk komunikasi internal
1.      Downward communication, yakni alirankomunikasi komunikasi dari atasan ke bawahan umumnya terkait dengan ttg jwb dan wewenang seseorang dlm organiasi.
Tujuannya: a. memberi penghargaan. b. memberi informasi atau argumentasi c. memberi informasi tentang prosedur dan praktek organisasi d. memberi umpan balik pelaksanaan kerja e. menyajikan informasi aspek ideologi dalam menanamkan pengertian tentang tujuan.

2.      Upward communication = Aliran komunikasi yang berasal dari bawah ke atasan
·         Apresiasi
·         Percaya.
3.      Horizontal communication = Komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar dalam suatu organisasi.
·         Mempersuasi
·         Berbagi informasi
4.      Diagonal communication = Komunikasi yang melibatkan dua tingkat organsiasi yang berbeda. Ini biasanya terjadi dalam organisasi besar yang memiliki ketergantungan.

2.      EXTERNAL COMMUNICATION = Komunikasi yang dilakukan oleh pihak organisasi atau perusahaan melalui kesepakatan mangement untuk melakukankomunikasi dengan pihak luar. Kesepakatan manajemen untuk melakukan/ dilakukan oleh pihak orang/perusahaan melalui komunikasi dengan publik luar. Media yang digunakan adalah media umum dan media massa.

Efek kegiatan komunikasi bisnis :
1.      Perubahan sikap.
2.      Perubahan opini.
3.      Perubahan perilaku.

Kegiatan komunikasi bisnis :
1.      Publisitas.
2.      Seminar.
3.      Diskusi.
4.      Periklanan.
5.      Pameran.
6.      Negosiasi.
7.      Lobying.

Bentuk komunikasi dalam kegiatan bisnis :
1.      Komunikasi antar personal
Komunikasi antar personal adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan orang lain dalam suatu masyarakat maupun organisasi, dengan menggunakan media komunikasi tertentu dan bahasa yang mudah dipahami untuk mencapai suatu tujuan tertentu.[[4]]
2.      Komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.[[5]]
Pendekatan mengenai studi kelompok kecil dan organisasi, yang harus selalu diingat adalah[[6]] :
a.       Keterampilan komunikasi kelompok kecil sebagian besar adalah keterampilan kepemimpinan secara umum.
b.      Kelompok kecil dan organisasi memiliki kesamaan kultur. Masing-masing mengembangkan tata cara perilaku dan aturannya sendiri mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan oleh anggota kelompok.
c.       Kelompok kecil biasanya lebih efektif dalam pemecahan masalah daripada anggotanya bekerja sendiri-sendiri.
3.      Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah komunikasi dengan sasarannya kelompok atau orang dalam jumlah yang besar, dan pada umumnya tidak dikenal. Komunikasi massa yang baik harus harus mempunyai pesan yang disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele. Salah satu contoh bentuk komunikasi ini musalnya kelompok pendengar radio.

Karateristik komunikasi bisnis :
1.      Pesan yang disampaikan terkandung disusun untuk audien yang membutuhkan informasi.
2.      Pesan bisnis yang disusun dengan mempertimbangkan batasan waktu dan biaya
3.      Pesan bisnis biasanya disusun untuk lebih dari satu tujuan.
4.      Pesan bisnis harus mempertimbangkan nada dari pengaruhnya terhadap audien.

Penyusunan pesan bisnis ada 3 tahap yaitu :
1.      Perencanaan.
2.      Komposisi
3.      Revisi
Perencanaan
1.      Penentuan tujuan
·         Tujuan yang jelas dapat membantu pengambilan keputusan.
·         Tujuan komunikasi bisnis; informing, persuading, collaborating.
·         Cara menguji tujuan: realistik, tepat waktu, pengiriman yang tepat, dapat diterima.
2.      Analisis audiens
·         Penentuan profil audiens: jumlah & komposisi audiens, siapa audiens, reaksi audiens, tingkat pemahaman audiens, hubungan komunikator dengan audiens.
·         Cara memuaskan kebutuhan informasi: cari apa yang diinginkan, antisipasi terhadap pertanyaan, berikan semua informasi yang diperlukan serta akurat dan penekanan ide.
·         Cara memuaskan kebutuhan motivasi: pendekatan pesan argumentasi dan emosi audiens.

Pengorganisasian pesan bisnis
1.      Hal-hal tak terorganisasikan pesan dengan baik : bertel-tele, informasi tidak relevan, menyajikan ide tidak logis dan info penting yang terlupakan.
2.      Pengorganisasian pesan yang baik harus memperhatikan : subjek & tujuan yang jelas, informasi harus berhubungan dengan tujuan, pengelompokan dan penyajian ide secara logis dan mempermudah pekerjaan komunikasi.
3.      Manfaat pengorganisasian pesan yang baik : membantu audiens memahami pesan dan menerima pesan, hemat waktu dan informasi tercakup.

Pengorganisasian pesan melalui outline
1.      Tiga tahap penyusunan outline: mulai dengan ide pokok, menyusun point-point pendukung dan memberi illustrasi dengan bukti-bukti.
2.      Menentukan penyampaian pesan: pendekatan langsung dan pendekaran tidak langsung.
3.      Model organisasional: direct request, god news, bad news dan pesan-pesan persuasi.

Pengertian Laporan Bisnis [[7]]
1.      Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu. (Herta A. Murphy & Herbert W. Hildelbrandt)
2.      Laporan bisnis adalah suatu pesan-pesan yang objektif, tersusun teratur untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasi ke organisasi lain, untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.(Hematreet & Baby)

Penggolongan laporan bisnis[[8]]
Berdasarkan :
1.      Fungsi ( laporan informasi dan lap. Analitik)
2.      Subjek
3.      Formalitas ( formal dan informal)
4.      Keaslian (laporan otoriter, skarela, swasta dan publik)
5.      Frekuensinya ( berkala dan khusus)
6.      Jenis ( memorandum, surat, dalam cetakan dan formal)
7.      Kegiatan proyek ( lap. Pendahuluan, perkembangan dan lap. Akhir)
8.      Pelaksanaan pertemuan (lap. Agenda, lap. Resolusi, lap. Notulen dan lap. Pertemuan)

Persiapan Penulisan Laporan Bisnis[[9]]
1.      Definisikan masalah, tujuan, dan ruang lingkup
2.      Pertimbangkan siapa yang akan menerima laporan
3.      Menentukan ide atau gagasan
4.      Mengumpulkan bahan yang diperlukan
5.      Menganalisis dan menafsirkan data
6.      Mengorganisasi data dan mempersiapkan kerangkan akhir

Pengorganisasian Tubuh Laporan[[10]]
1.      Cara menyusun tubuh laporan:
·         Deduktif berarti menggambarkan laporan dari belakang ke depan, atau menjelaskan ide pokok atau rekomendasi terlebih dahulu sebelum hal-hal yang rinci dijelaskan.
·         Induktif berarti menjelaskan fakta-fakta yang ada sebelum ide-ide pokok, kesimpulan atau rekomendasi dikemukakan
2.      Cara penyusunan teks laporan: membuat kriteria, menyusunkan urutan peristiwa, mendeskripsian lokasi, menjelaskan suatu proses, menyusun urutan tingkat familiaritas, menyusun sumber yang digunakan dan pemecahan masalah.

C. PRINSIP-PRINSIP DASAR KOMUNIKASI BISNIS[[11]]
Menurut Murphy dan Hildebrandt ada 7 prinsip yang harus dipegang saat melakukan komunikasi bisnis yaitu :
1.      Completeness (Kelengkapan)
Completeness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan yang lengkap, meliputi 5 W plus 1 H. 5 W terdiri dari what, who, when, where, why, sedangkan H adalah how.
2.      Conciseness (Keringkasan)
Conciseness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan yang singkat, padat, dan jelas.
3.      Concreteness (Kekonkretan)
Concreteness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan yang konkrit (data) dan spesifik.
4.      Consideration (Pertimbangan)
Consideration disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu mempertimbangkan untuk mengutamakan pendengar maupun pembaca informasi/ pesan.
5.      Clarity (Kejelasan)
Clarity disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan dengan makna yang mudah dipahami.
6.      Courtesy (Kesopanan)
Courtesy disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memperhatikan dan membiasakan selalu kesopanan dan penghargaan untuk pendengar maupun pembaca informasi atau pesan.
7.      Correctness (Kebenaran)
Correctness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memperhatikan dan membiasakan selalu untuk berbicara dan menulis kepada pendengar maupun pembaca dengan menggunakan struktur dan tata bahasa yang baik dan benar.

Referensi :
Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis (edisi ketiga). Jakarta : Erlangga
Ardianto, Elvinaro dan Priyatna Soeganda. 2008. Komunikasi Bisnis (Tujuh Pilar Strategi Komunikasi Bisnis). Bandung : Widya Padjadjaran



[4] Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis (edisis ketiga). Jakarta : Erlangga. Hlm. 21
[5] http://rendigooners.blogspot.com/2013/11/36-komunikasi-dalam-bidang-bisnis.html
[6] Ardianto, Elvinaro dan Priyatna Soeganda. 2008. Komunikasi Bisnis (Tujuh Pilar Strategi Komunikasi Bisnis). Bandung : Widya Padjadjaran
[7] Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis (edisis ketiga). Jakarta : Erlangga. Hlm. 265
[8] Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis (edisis ketiga). Jakarta : Erlangga. Hlm. 266
[9] Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis (edisis ketiga). Jakarta : Erlangga. Hlm. 269
[10] Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis (edisi ketiga). Jakarta : Erlangga. 2006. Hlm. 272

No comments:

Post a Comment